Latest Post :
Showing posts with label Psikologi Trading. Show all posts
Showing posts with label Psikologi Trading. Show all posts

Dasar Psikologi Dalam Trading Forex

Saturday, December 14, 2013 | 1comments

Tahukah Anda apa - apa yang sering membuat Anda bangkrut ketika bertrading? Jawabannya adalah sifat dasar psikologi Anda sendiri. Ketenangan adalah kunci utama jika Anda memutuskan untuk terjun ke dunia trading forex. Selanjutnya, baru mempelajari istilah dan cara kerjanya.

Sehebat apapun Anda dalam hal analisa, Anda pasti akan sering mengalami lost ketika bertrading jika pikiran Anda tidak duduk dalam ketenangan yang sesungguhnya.

Sering kali pakar psikologi melakukan penelitian terhadap para pekerja profesional seperti pilot, polisi dan pemadam kebakaran untuk mengetahui kepribadian dan minat mereka yang akan sangat berpengaruh pada kinerja dalam pekerjaan yang telah mereka pilih. Saat ini institusi atau perusahaan yang membuka kesempatan kerja bagi profesi tersebut selalu melakukan test psikologi untuk mengetahui apakah pelamar memang cocok dengan pekerjaan tersebut. Kualitas kepribadian akan lebih menentukan dibandingkan dengan kriteria lainnya.

Berikut adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh para pakar psikologi dari University of Minnesota mengenai karakteristik trader forex yang telah sukses. Diantara para pakar tersebut adalah trader forex juga.

1. Sifat keterbukaan
Para trader forex yang sukses selalu terbuka pada ide-ide baru. Mereka tidak menolak pada kemungkinan ide atau sistem lain jika memang bisa lebih efektif dan menguntungkan. Meski mereka telah memiliki dan menggunakan sistem dengan metode dan strategi trading yang profitable, namun tetap bersedia mencoba sistem yang berbeda jika memang tampak menjanjikan.

2. Sifat kehati-hatian
Trading forex memerlukan kerja keras, baik dalam mempelajari faktor-faktor teknis trading maupun implementasinya. Para trader yang sukses selalu serius mempelajari semua hal dengan mempersiapkan diri semaksimal mungkin baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Mereka tidak akan trading jika merasa kurang siap, dan hanya akan melakukan trade jika semua kriteria dalam sistem tradingnya telah memenuhi syarat. Sifat kehati-hatian ini juga tampak pada rencana trading jangka pendek dan jangka panjang yang selalu ditaati serta jurnal trading yang selalu diperbaharui.

3. Kepribadian yang extrovert
Pribadi seseorang bisa digolongkan dalam introvert dan extrovert. Introvert cenderung lebih memikirkan diri sendiri dan tidak ingin berbagi dengan orang lain. Meski trading forex adalah aktivitas yang sepenuhnya bisa dilakukan oleh seseorang tanpa perlu bantuan orang lain, namun para trader yang sukses merasa puas jika bisa berbagi dan bertukar pikiran dengan trader lain mengenai ide ataupun informasi yang didapatkan. Para trader sukses biasanya tidak ingin terisolasi dan selalu berusaha berhubungan dengan para trader lainnya.

4. Sifat ingin membantu sesama trader
Trader yang sukses selalu ingin berbagi pengetahuannya pada trader lain guna membantu mereka mencapai tujuan. Mereka cenderung memiliki rasa kebersamaan bahwa yang lebih sukses seharusnya membantu mereka yang masih berjuang. Banyak trader forex yang sukses menjadi mentor atau coach trading bagi mereka yang membutuhkan bimbingan.

Cara berpikir positif dengan orientasi sukses adalah sangat penting dalam semua bidang pekerjaan termasuk trading forex. Hal ini bukan berarti mereka yang tidak memiliki sifat-sifat seperti tersebut diatas tidak akan pernah sukses dalam trading forex, namun karakteristik trader sukses tersebut akan berkembang seiring dengan proses dalam trading.

So, Jika Anda ingin sukses menjadi trader sejati maka selain beberapa poin diatas, siapkan mental ke kondisi tenang sejati. Dan JANGAN SERAKAH...
Continue Reading

Trading atau judi?

Friday, December 13, 2013 | 0 comments

Sebagian besar trader adalah penjudi, bahkan mungkin sebagian besar pelaku market berubah menjadi para penjudi sejati.

Para trader penjudi bertrading dengan tidak ada rencana dan tanpa memahami peluang untuk mereka. Apakah itu buy atau sell dengan tidak ada metode untuk profitabilitas ataupun memburu saham secara acak sesuai kemauan hati.

Anda dikatakan berjudi apabila Anda mempertaruhkan uang tanpa peluang keuntungan dan anda tidak memiliki sisi keunggulan untuk menang. Kerugian dari para penjudi adalah di mana sebagian besar keuntungan datang dari para trader yang menang di market karena memiliki keunggulan.

Di sisi lain … Ada Trader yang secara konsisten menang dengan menggunakan keunggulan yang memberikan mereka keuntungan atas para trader lainnya. Para trader pemenang tidak trading melawan kasino, mereka trading melawan penjudi. Mereka mengubah dirinya menjadi kasino, seperti layaknya kasino - mereka mengetahui peluang besar yang bisa menguntungkan di pihak mereka dan yang bisa menguntungkan dalam jangka panjang. Seperti kasino – mereka memiliki batas meja, mereka memiliki manajemen risiko untuk tidak terlalu mengekspos diri pada salah satu taruhan para penjudi.

Masalah terbesar yang penjudi miliki adalah emosi mereka yang menyebabkan mereka selalu kalah dalam jangka panjang dengan menempatkan taruhan didasarkan pada perasaan bukannya peluang. Paratrader menang trading didasarkan pada probabilitas yang menguntungkan mereka dan bertrading dengan hati-hati berdasarkan peluang terbaik untuk sukses.

Dalam jangka panjang - Kasino selalu untung, tidak ada kasino bangkrut karena para penjudi yang menang, Kasino dibangun dari kerugian para penjudi, hal ini berlaku pula dalam trading, dimana … Rekening trader pemenang - dibangun di atas perjudian para trader yang tidak memiliki rencana/plan, tidak memiliki sisi keunggulan, dan tidak memiliki manajemen risiko.

So,,, termasuk manakah Anda?
Continue Reading

Profit is a dream part 2

Saturday, November 30, 2013 | 0 comments

Bagaimana Menerapkan Hubungan Resiko, Profit dan Time Horizon dalam investasi di Currency, Saham dan Komoditi ?

Sejak tahun 1974, dimana aturan perjanjian Brettonwood berakhir yang mengakibatkan penggunaan gold sebagai alat tukar perdagangan internasional berakhir di gantikan dengan mata uang dollar Amerika Serikat, maka seluruh instrumen investasi di seluruh dunia selalu di nilai berdasarkan denomInasi USD. Sejak itulah USD menjadi sumber penggerak instrumen investasi lainnya. Hubungan lintas antar pasar komoditi, saham, dan uang selalu berdasarkan aliran USD di dalamnya. Nilai USD dapat menggoyangkan dengan dasyhat jenis investasi apapun, bahkan mampu menghancurkan suatu negara atau kawasan hanya karena gejolak USD.

Jika kita ingin melakukan transaksi apapun pastikanlah menguasai hubungan korelasi antara jenis investasi yang kita pegang dengan faktor yang mempengaruhi terhadap USD. Harga gold sebagai komoditi metal yang paling seksi sangat tergantung dengan gejolak USD selain faktor gold internal di dalamnya. Harga saham juga sangat tergantung dengan kebijakan pemerintah dan moneter Amerika Serikat memandang USD sebagai alat pengendali strategis kepentingan perekonomian Amerka Serikat. harga pasar uang dan forex sangat tergantung dengan pengaruh USD sebagai satuan matauang perdagangan internasional.

Keterkaitan saling pengaruh mempengaruhi pasar saham , komoditi dan uang harus di pahami sebagai suatu potensi resiko sekaligus keuntungan. Sering kali para fund manager membuat suatu portfolio investasi dimana di dalamnya memasukan semua unsur jenis pasar. Fund manager menggunakan portfolio sebagai alat hedging juga sekaligus sebagai instrumen investasi dengan tujuan gain. Dalam suatu kurun waktu tertentu salah satu jenis instrumen investasi pasti ada yang mengalami penurunan yang dapat menyebabkan turunnya keuntungan portfolio, namun di lain fihak ada instrumen investasi yang mengalami kenaikan sehingga mampu menghasilkan keuntungan yang signifikan. Kedua kondisi itu menimbulkan suatu rasio resiko dan profit. Nah, untuk tetap menghasilkan keuntungan dalam suatu periode tertentu di perlukan cara pandang time horizon investasi, dimana dalam titik tertentu ada instrumen investasi yang telah mencapai target keuntungan untuk di ambil.

Nah, oleh karena itu siapapun pelaku trading investasi mutlak memerlukan pengetahuan memadukan hubungan resiko,profit dan time horizon. Untuk memahaminya di perlukan pengetahuan hubungan korelasi instrumen investasi, analisa fundamental sentimen dan teknikal. Pengetahuan fundamental ekonomi di perlukan untuk membaca faktor basic suatu instrumen dapat di katakan bullish atau bearish dalam waktu tertentu. Sentimen adalah keinginan secara psykologis pasar yang sedang melanda suatu instrumen investasi karena faktor yang di anggap punya pengaruh lebih besar dari fundamental ekonomi. Analisa teknikal di pakai untuk menentukan dan mengkorfirmasi suatu keinginan pasar menuju level-level harga psikologis .

Jadi fundamental sentimen dan teknikal merupakan satu kesatuan yang mutlak di perlukan untuk keberhasilan suatu trading investasi. Jika hanya menggunakan teknikal saja, maka trader sudah memasuki area judi , karena judi hanya memainkan angka-angka saja tanpa landasan pola berfikir secara ilmiah dan akademis. Sebaliknya, jika hanya menggunakan landasan fundemantal sentimen maka trader akan berjalan dalam hutan belantara yang gelap tanpa mengetahui pada level mana berhenti, masuk dan keluar dari pasar.

Oleh karena adanya hubungan korelasi antar jenis pasar investasi dan bagaimana memanfaatkannya berdasarkan hubungan rasio resiko-profit dan time, maka di bawah ini di terangkan suatu pembuktian dengan menggunakan pair mata uang EUR/USD, Gold dan index saham S&P500. EUR/USD di gunakan karena pair ini merupakan pair terbesar yang di perdagangkan di seluruh dunia. Gold di gunakan karena merupakan primadona komoditi terbesar di dunia. S&P500 adalah harga index kumpulan saham 500 perusahaan terbesar di seluruh dunia. Ketiga jenis instrumen ini sangat tergantung dengan USD dan kebijakan bank sentral dan pemerintah Amerika Serikat. Kondisi itulah yang membuat ketiganya sebagai acuan pergerakan perekonomian dunia.

Continue Reading

Profit is a dream part 1

| 0 comments

95% trader Investor pasti rugi, hanya 5% yang bertahan mengharapkan profit dalam suatu penantian waktu tertentu. Itulah gambaran bagi siapa saja yang ingin melakukan trading investasi secara langsung maupun tidak langsung di dalam pasar instrumen investasi di seluruh dunia. Jangan berharap dengan suatu mimpi, tapi berharaplah dengan suatu kepastian kerugian yang berlangsung dalam horizon waktu investasi tertentu untuk memetik keuntungan. Sudah terlalu banyak orang meniupkan mimpi kelezatan Trading Investasi . Jangan terbuai dulu. Pikirkan, pelajari, kuasai dan siapkan resiko yang mampu di terima , setelah itu baru lah siapkan mental untuk masuk bertransaksi di pasar yang semakin kejam.

Jangankan orang awam , trader sekaliber dunia pun pernah menyebabkan bank tempat bekerjanya bangkrut , hanya dikarenakan melupakan prinsip Rasio Risk- Return-Time. Nicholas Nick Leeson telah membangkrutkan salah satu bank terbesar di Inggris , Barings Bank pada tahun 1995. Nick Leeson sebelumnya adalah anak emas bank Barings yang di tempatkan di Singapore pada usia muda 28 tahun. Dia sebelumnya telah berprestasi memberikan keuntungan trading yang luar biasa kepada Barings , namun sayangnya pada tahun 1995 satu hari setelah gempa bumi Kobe Jepang , dia terus melakukan transaksi di atas batas kemampuan risk -profit-time ratio yang di delegasikan oleh kantor pusat di London. Setelah harga jatuh tajam, Nick mengambil posisi buy Nikkei, di ambil dengan harapan dalam waktu beberapa hari kedepan harga akan kembali rebound naik. Namun ternyata sampai batas waktu jatuh tempo harga index Nikkei malah semakin jatuh lebih dalam 1000 poin. Karena posisi nya maka menyebabkan kerugian yang sangat besar , USD 7 billion, padahal Baring hanya punya kemampuan modal sebesar USD 0.5 billion. Barings bank di nyatakan bankrut Februari tahun 1995 dan di ambil alih Dutch dan ING bank.

Cerita di atas paling tidak memberikan peringatan kepada siapa saja yang ingin melakukan hal gambler. Bisa saja dalam melakukan transaksinya gambler pernah meraup keuntungan 1000% bahkan lebih. Namun , perlu di ingat hampir semuanya juga pernah mengalami rugi lebih dari 1000%. Persoalannya adalah jika kerugian yang dasyat itu menjemput lebih dahulu maka semua hidup dan modal akan hancur lebih dahulu dan tidak akan pernah hidup lagi.

Trading Investasi sama sekali berbeda dengan gambler. Gambler adalah orang yang sudah siap mati selamanya. Sedangkan Trader Investasi yang sesungguhnya adalah perhitungan matang bisnis jual beli yang selalu memasukan faktor resiko sebagai rambu yang sangat ketat sebelum mengambil keputusan. Gambler justru sebaliknya, malah hanya mengedapankan profit sebagai acuannya. Jadi sangat berbeda sekali konsep berfikir antara gambler dengan Trading Investasi. Trader akan masuk dalam golongan pecundang ( 95% loss) jika tidak menguasai sepenuhnya hubungan faktor Resiko, Profit dan Time Horison .

Bagaimana mengukur dan merencanakan hubungan antara resiko, profit , dan timing ? Dalam tulisan ini akan diterangkan secara garis besar saja agar mudah di mengerti oleh berbagai kalangan, karena jika di kupas secara lebih detail , nantinya akan makan waktu 1-2 semester perkuliahan akademis. Banyak sekali dalam literatur praktisi dan akademisi mengenai konsep managemen risk. Dalam tulisan ini lebih mengarah hubungan antara faktor teknikal dengan sentimen fundamental.

Resiko adalah suatu potensi kerugian yang bisa terkena pada suatu jenis investasi apapun. Profit adalah suatu target keuntungan yang normal yang masih bisa di capai oleh investor. Time horizon adalah pemanfaatan waktu transaksi dalam koridor periode tertentu sehingga bisa menentukan kapan waktu terbaik dan sampai kapan transaksi itu berlangsung untuk menghasilkan keuntungan yang layak dari segi waktu.

Resiko harus di manajemen dengan tepat, karena bisa menyebabkan kolaps terhadap modal . Besarnya resiko yang di ‘available” kan bisa berbeda-beda pada masing-masing investasi. Namun umumnya pasti harus di batasi dalam jumlah proporsi tertentu, misalnya maksimum resiko 10% dari modal dalam periode 1 bulan berjalan. Profit harus mempunyai tekanan kecendrungan tercapai dengan menggunakan pendekatan secara sentimen fundamental yang di dukung angka-angka secara teknikal. Time horizon investasi harus mampu memberikan gambaran sampai berapa lama investasi itu mencapai target keuntungan . Penempatan hubungan yang salah dalam horizon investasi akan menyebabkan efisiensi penggunaan modal menjadi menurun. Oleh karena itu untuk mencapai tingkat efektifitas trading investasi yang optimum di perlukan kejelian dan ketelitian menghubungkan faktor resiko, profit dan time horizon.
Continue Reading

Trader pemula hanya 3% yang sukses

| 0 comments

PADA LEVEL BERAPA KEMAMPUAN INVESTASI TRADING ANDA ?

Trader Level 4

Oke……
Naik satu kelas lagi kedepan kamu akan mencapai  level nyaman sepanjang hidup kamu. Sekarang kamu hanya trading jika dan hanya jika system kamu memberi signal. Kamu cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena kamu tahu system kamu akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kamu lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account kamu.

Di level ini kamu memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah kamu mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kamu meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu kamu lakukan.

Kamu memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki system kamu, menguasai emosi kamu, dan melaksanakan money managemen yang kamu pegang.

Level ini biasanya berjalan sekitar 6 sampai 12 bulan, tergantung sejauh mana kecerdasan kamu dan kemampuan menangkap esensi filosofi trading/investasi pasar.

Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.  Menuju ke Level  5 ( level  nyaman sepanjang hidup ).
Continue Reading
 
Support : Creating Website | SitusForexIndo | SitusForexIndo
Copyright © 2011. SitusForexIndo - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger